![]() |
| Gajah Mada |
Dalam cerita
kepahlawanan yang berbumbu dengan kesaktian, biasanya cerita tersebut, yang lebih ditonjolkan adalah
kesaktiannya, bisa ini dan bisa itu. Intinya, begitu saktinya tokoh dalam cerita
tersebut.
Konon, Ajian Gunthur
Lathi adalah nama salah satu ilmu penakluk yang paling kesohor. Orang yang berhasil menguasai Ajian Gunthur
Lathi atau mulut petir ini, maka orang tersebut jika sedang marah maka secara
otomatis nada suaranya akan berubah sangat keras laksana petir mengelegar….
Mantera atau ajimah
memang sudah ada sejak dulu kala. Maka jangan heran jika nenek moyang dulu
mampu merobohkan musuhnya cukup dengan sekali bentakan saja, tanpa perlu beradu
fisik. Gajah Mada, misalnya.
Konon, salah satu ilmu
kesaktian yang dimiliki oleh Gajah Mada salah satunya adalah Ajian Guntur
Lathi. Karena menguasai Ajian Gunthur Lathi atau mulut petir ini, maka bila ia
sedang marah atau menghadapi musuhnya secara otomatis suaranya akan berubah
sangat keras laksana petir mengelegar. Manusia atau hewan seganas apapun akan
roboh terpaku di bumi bila terkena bentakannya.
Menurut cerita versi
lain, Ilmu Gunthur Lathi merupakan warisan dari raja besar Majapahit yakni
Prabu Hayam Wuruk, sang raja arif dan bijaksana. Di bawah kekuasaannya
Majapahit dapat menguasai atau menyatukan persada Nusantara di dibawah panji
Majapahit.
Cerita tersebut
menyebutkan bahwa memang sejak kecil Prabu Hayam Wuruk telah digembleng dengan
ilmu kedigdayaan, hal disebabkan memang dirinya telah dipersiapkan untuk
menjadi raja yang sakti mandraguna. Telah banyak ilmu yang dikuasainya dan satu
diantaranya adalah Ilmu Guntur Lathi.
Berkat dukungan dan
bimbingan Mahapatih Gajah Mada, ilmu langka dan unik ini dapat dikuasai dengan
sempurna. Dikisahkan, saat melakukan perburuan binatang di sebuah hutan,
rombongan pasukan raja disergap oleh sepuluh ekor singa yang keberadaannya
muncul secara tiba-tiba dari balik bukit.
Dapat diduga dengan
pasti para pengawal itu langsung membuat formasi pagar betis untuk melindungi
raja muda, Hayam Wuruk. Tetapi pengawal-pengawal itu terkejut, karena mereka
diperintahkan untuk menyingkir. Sementara itu, Prabu Hayam Wuruk keluar dari
pagar betis yang dibuat oleh para pengawal sejatinya.
Tak dapat disangka,
segerombolan singa yang jaraknya masih jauh kira-kira dua ratus meter itu
kemudian meraung-raung roboh dan tidak dapat berdiri lagi. Mereka ingin berlari
namun susah. Namun dengan bijaksana akhirnya singa-singa dilepas bebas ke
habitatnya oleh Prabu Hayam Wuruk.
Konon pula kabarnya,
ilmu ini diwariskan kepada putera-puteranya, namun tak banyak yang menguasai
ilmu hebat ini dengan sempurna. Hingga kemudian kerajaan Majapahit runtuh dan
para pangeran banyak yang melarikan diri ke pegunungan untuk mencari tempat yang
aman.
Untuk menguasai Ilmu
Guntur Lathi sangatlah berat, terutama bila tak ada niat yang besar dan kuat.
Adapun manteranya, adalah:
Sun amatake ajiku si guntur lathi, Guntur lathi
kuwang-kuwang, Midhaku raku, Guntur lathi pangucapku, Nyaut ora
nyiduk, gajah meta kala manembah, Rep sirep sangking kersanung gusti .
Syarat dan tatalakunya, adalah:
§ Melakukan puasa ngelowong selama tiga hari, yakni dimulai hari
Rabu Pon sampai Jum’at Kliwon.
§ Tiap sore sampai tengah malam pukul 00.00 tidak boleh tidur.
§ Tiap petang atau menjelang Maghrib membaca mantera di atas.
Bila merasa ragu
jangan melakukan segala syarat dari ilmu ini dan lupakan untuk menguasainya,
karena selama menjalankan atau melakukan syarat ini Anda mungkin akan mengalami
banyak keganjilan. Demikianlah sekilas tentang sebuah teknologi di masa silam
yang sangat dahsyat, bernama Ajian Gunthur Lathi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar