Selasa, 14 Maret 2017

Tuah Wesi Kuning

Zaman sudah maju tapi, ternyata,  masih ada satu benda yang nylempit (terselip) yang nggumuni. Benda yang saya maksud ini adalah yang biasa disebut wesi kuning, beberapa waktu yang lalu saya sempat menyaksikannya secara langsung dari seorang yang tinggal di Kulon Progo. Mertuanya temen saya.

Meski tidak ada pakem yang tertulis, berbagai benda gaib di dunia ini di percaya memiliki tuah magis yang membuat kebal seseorang yang membawanya, ada beberapa benda mustika yang lebih kita kenal, yakni mirah delima dan wesi kuning diantaranya. Tuah dari dua mustika ini konon alamiah, atau dalam bahasa lain kekuatan tuahnya bersumber dari alam.

Ada beberapa jenis wesi kuning di dunia ini yang kesemuanya mampu membuat kebal pemakainya. Setidaknya ada tiga jenis wesi kuning yang bisa dimiliki orang-orang yang berjodoh dengan wesi aji ini, diantaranya adalah, wesi kuning yang berbentuk lempengan kecil berukuran 2 cm, kemudian wesi kuning yang berbentuk jarum lengkap dengan susuh atau rumahnya, dan wesi kuning dengan bentuk seperti sebuah gada kecil.

Wesi kuning dengan wujud lempengan, seperti punya mertua temen saya ini dipercaya memiliki tuah anti silet sekaligus ‘ora tedas tapak palune pande’ (kebal terhadap senjata tempa). Wesi kuning jenis ini bisa ditanam ke dalam tubuh yang berfungsi untuk kekebalan pada saat perang. Konon wesi kuning lempengan jenis ini pada masa lalu banyak dimiliki oleh para senopati dan panglima perang kerajaan.

Wesi kuning yang memiliki susuh atau kepompong juga memiliki kemampuan membuat pemakainya kebal, anti tenung, dan sekaligus tolak balak. Sedadangkan wesi kuning yang berbentuk gada atau jalagada yang konon ukurannya tak lebih dari 2 cm itu Cuma hanya untuk kebal. Lain tidak. Wesi aji dalam bentuk ini konon yang banyak beredar di masyarakat.

Namun sayangnya, ketiga wesi kuning diatas hanya sebatas besi biasa tanpa mantera pembukanya. Diperlukan doa atau mantera khusus untuk membuka kekuatan ‘isi’ yang ada di dalam wesi kuning. Wesi aji ini hanya akan menjadi sebatang besi kuning biasa apabila ‘isi’ gaib yang berada di dalam wesi kuning tidak dibuka dengan asmak doa mantera.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar